LSF x HMPS PBSI Berani Bersuara, Tekan Feodalisme Akademik

Berlangsungnya talkshow membahas gugatan feodalisme akademik. Sumber. Dok. Pribadi.


Lingkar Studi Feminis (LSF) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris (HMPS PBSI), pada Jumat (10/7), menggelar talkshow bertajuk “Menggugat Feodalisme Akademik melalui Kepemimpinan Feminis”. Talkshow bertujuan untuk membekali dan memotivasi para perempuan, agar lebih berani dalam memperjuangkan serta menyuarakan hak-hak mereka di lingkungan akademik.

Ketua Pelaksana (Ketuplak) talkshow, Irhamna mengungkapkan, pembahasan mengenai feodalisme akademik sangat penting di tengah maraknya kasus para pelaku kejahatan justru terlindungi oleh jabatannya, sehingga sering kali meninggalkan korban tanpa akses keadilan yang memadai.

“Harapan besar kami, talkshow mampu memicu kesadaran kolektif dan menggerakkan seluruh perempuan muda untuk secara aktif meruntuhkan tembok-tembok feodalisme. Maka, perjuangan hak-hak dasar mereka dapat dihormati dan dilindungi sepenuhnya di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Pembicara talkshow, Siti Napsiyah menjelaskan, praktik feodalisme akademik di lingkungan kampus masih sering terjadi, akibat penyalahgunaan jabatan atau status sosial yang mengakibatkan ruang aman bagi kelompok rentan menjadi terabaikan.

Talkshow kami gagas sebagai langkah untuk menggugat budaya feodal yang selama ini membungkam suara-suara kritis. Selain itu, membuka pemikiran para peserta agar lebih waspada dan berani melawan segala bentuk penindasan berbasis status di institusi pendidikan,” jelasnya.

​ (Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *