
Wakil ketua MPR, Eddy Soeparno tegaskan ketahanan energi nasional sebagai prioritas. sumber. detik.com
Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno dorong penguatan ketahanan energi nasional, sebagai prioritas untuk meningkatkan posisi Indonesia. Menjadi penentu kebijakan energi agar Indonesia tidak sekadar menjadi pengikut, melainkan mampu memainkan peran dalam menentukan arah kebijakan energi dunia di masa depan.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), semester enam, Hilyatul Ilmi menjelaskan, program biodiesel yang tengah berjalan menjadi keunggulan Indonesia, dalam memengaruhi kebijakan energi global. Tetapi pemerintah harus mewaspadai pengalihan fungsi hutan, selama proses produksinya.
“Perguruan tinggi di Indonesia harus mampu mengambil peran melalui inisiatif green campus, seperti penyediaan moda transportasi listrik ramah lingkungan dan menyelenggarakan konferensi terkait ketahanan energi untuk memperkuat posisi negara kita,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Fisika, semester empat, Adi Cahya Nurgiman mengungkapkan, keresahan dampak dari program biodiesel, belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Hal itu disebabkan, banyaknya masyarakat yang masih bergantung pada bahan bakar fosil yang sangat dominan.
“Pemerintah harus segera meningkatkan edukasi kepada publik, agar daya tarik produk biodiesel meningkat. Maka, mahasiswa dapat dilibatkan sebagai agen penggerak edukasi guna mewujudkan Indonesia sebagai penentu kebijakan energi global,” ungkapnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





