
Kebijakan program magang untuk pengalaman riset oleh BRIN. sumber. NTVNews.id
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka program magang bagi mahasiswa, guna meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia penelitian. Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menekan pengalaman riset yang mendalam bagi para peserta. Namun, kebijakan BRIN yang tidak memberi uang saku bagi peserta magang, menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi dan perdebatan di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Perbankan Syariah (PB), semester empat, Dimas Rezka Mawlasaladin menyatakan, program magang di BRIN merupakan langkah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas profil profesional mereka, agar memiliki pengalaman yang nyata.
“Keterlibatan dalam program akan memberikan nilai tambah yang signifikan, serta menjadi sarana efektif dalam membangun jejaring sosial yang lebih luas dan kredibel untuk meniti karier berbasis riset di masa depan,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester empat, Salsabila Alya Mahira menuturkan, kebijakan magang tanpa uang saku, menimbulkan kendala finansial yang dihadapi mahasiswa selain untuk mendapatkan pengalaman di dunia kerja.
“Melihat kondisi ekonomi nasional saat ini, kebijakan magang yang tidak memberikan kompensasi terasa kurang menarik bagi kami, karena selain harus mengorbankan waktu, mahasiswa juga dibebani dengan biaya operasional untuk transportasi dan kebutuhan harian selama menjalankan tugas magang,” tuturnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





