
Berlangsungnya pemaparan materi oleh Henny Wuryansari terkait literasi digital. Sumber. Dok. Pribadi
Universitas Islam Negeri (UIN) Literacy Expo diselenggarakan di aula Student Center (SC), pada Senin (22/06). Bertujuan menumbuhkan kesadaran literasi di era digital, sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya tulis yang bermakna. Sehingga mahasiswa dapat lebih kritis dan produktif menyikapi arus informasi, dengan mengoptimalkan platform digital sebagai sarana menyebarluaskan gagasan kreatif yang inspiratif dan bermanfaat.
Ketua pelaksana UIN Literacy Expo, Albhi Sahdilah mengungkapkan, keprihatinan terhadap rendahnya tingkat kesadaran literasi di kalangan mahasiswa, menjadi dorongan Literacy Expo terlaksana. Mahasiswa yang cenderung terjebak dalam pola konsumsi informasi yang serba instan, sering melewatkan kesempatan untuk memahami esensi di balik konten.
“Kami melihat mahasiswa saat ini lebih suka mengonsumsi informasi secara cepat tanpa memfilter atau mendalami isinya, padahal tantangan di era disrupsi menuntut kemampuan literasi agar tidak mudah termakan oleh arus informasi yang menyesatkan,” ungkapnya.
Narasumber dari Penerbit Rajagrafindo Persada, Henny Wuryansari menjelaskan, kehadiran pihaknya dalam Literacy Expo bertujuan untuk mendekatkan dunia literasi kepada mahasiswa, sekaligus memperkenalkan berbagai karya berkualitas secara langsung. Sehingga mahasiswa mulai mengubah kebiasaan menjadi penggiat literasi yang mampu menuangkan ide cerdasnya.
“Saya sangat berharap mahasiswa tidak hanya puas menjadi penikmat konten media sosial yang bersifat sementara, tetapi mulai berani untuk menulis dan mengarsipkan pemikiran mereka ke dalam sebuah buku yang memiliki nilai kebermanfaatan jangka panjang,” jelasnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)





