
Meutya Hafid ajak generasi muda kritis hadapi algoritma media sosial. sumber. suaramerdeka.com
Menteri Komunikasi dan Digital (MENKOMDIGI), Meutya Hafid menegaskan, generasi muda harus lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh algoritma media sosial yang memicu polarisasi. Pada Rabu (17/6), pesan disampaikan saat peluncuran buku berjudul “Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z”, dengan mengajak mahasiswa untuk lebih bijak menyaring informasi di ruang digital, guna menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester delapan, Adrian Azhar menuturkan, di era sekarang, teknologi memang sangat memudahkan generasi muda untuk mengakses berbagai informasi dan isu terkini dengan cepat.
“Algoritma menjadi pisau bermata dua, sehingga kita sebagai pengguna harus selektif dalam memilah konten. Selain itu, wajib melakukan verifikasi silang untuk memastikan bahwa sumber informasi yang kita konsumsi adalah pihak yang kredibel dan bukan penyebar hoaks,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester enam, Roby Purnama Sidiq menjelaskan, algoritma media sosial memiliki dampak signifikan dalam membentuk cara pandang, serta opini publik masyarakat terhadap suatu isu yang sedang hangat.
“Maka, generasi muda harus senantiasa mengedepankan pola pikir kritis dan selalu melakukan cek fakta secara mendalam sebelum memutuskan untuk memercayai atau bahkan menyebarluaskan kembali informasi tersebut di ruang digital,” jelasnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





