Minim Fasilitas Medis, PB IDI Tekankan Anggaran Kesehatan

Ikatan dokter Indonesia mengadakan rapat pleno peningkatan kesehatan. sumber. liputan6.com


Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, menegaskan pemerintah untuk segera meningkatkan alokasi anggaran kesehatan nasional. Langkah tersebut didorong karena kesehatan masih tertinggal jauh dari negara lain, yang dibuktikan dengan rendahnya usia harapan hidup, serta masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di tanah air.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester empat, Muhammad Rafli Aufi menyatakan, pemerintah sudah sepatutnya memprioritaskan perluasan jangkauan anggaran kesehatan, agar masyarakat di wilayah pelosok bisa merasakan fasilitas medis yang setara.

“Selain fokus pada anggaran nasional, pihak kampus juga harus peka dan segera menyediakan unit kesehatan skala kecil. Maka, seluruh mahasiswa bisa mendapatkan hak dan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak dan memadai saat beraktivitas di area kampus,” katanya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), jurusan Kesehatan Masyarakat (KESMAS), semester empat, Nazmi Salwa Fajrina menuturkan, urgensi peningkatan anggaran kesehatan nasional, sangat berkaitan erat dengan masih banyaknya wilayah yang belum tersentuh oleh fasilitas medis dasar.

“Pemerintah dan institusi pendidikan perlu berkolaborasi, salah satunya dengan merealisasikan pengadaan klinik gratis dan layanan konseling kesehatan mental di kampus. Sebab kesejahteraan psikologis dan fisik sama penting untuk produktivitas belajar,” tuturnya.

(Rifananda Ibrahim Bijaksana)

Rifananda Ibrahim Bijaksana
Rifananda Ibrahim Bijaksana
Articles: 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *