Meningkatnya Minat Kuliah, Jadi Tolak Ukur Perluas Relasi

Tren peningkatan minat kuliah menjadi hal yang harus dijaga. sumber. beritanasional.com


UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) melaporkan tren pendidikan tinggi global minat anak muda internasional, yang menunjukan lonjakan jumlah mahasiswa global yang meningkat lebih dari dua kali lipat selama dua dekade terakhir. Pada Selasa (18/5), data tersebut menegaskan institusi pendidikan tinggi masih menjadi pilihan generasi muda di seluruh dunia, guna membangun masa depan yang lebih baik di era modern.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan, semester delapan, Danish Sarah menjelaskan, dirinya sempat merasa tertekan secara sosial akibat tertinggal dari teman-temannya, ketika dirinya belum berhasil diterima di perguruan tinggi.

“Sistem perkuliahan yang mampu menyelaraskan antara teori di kelas dan praktik di lapangan, sangat relevan dengan kebutuhan industri. Maka, mahasiswa memiliki keterampilan teknis dan kesiapan mental yang matang dalam tantangan di dunia profesi nantinya,” jelasnya.

​Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Ilmu Perpustakaan, semester enam, Desty Arviani menuturkan, tolok ukur kesuksesan setiap orang tidak bisa disamaratakan, meskipun realita di masyarakat masih sering menjadikan pendidikan tinggi sebagai standar utama sebuah keberhasilan.

“Hal paling berharga yang sulit didapatkan jika seseorang memutuskan tidak berkuliah, adalah kesempatan untuk membangun relasi yang luas, serta ruang untuk pengembangan pola pikir yang jauh lebih terbuka, kritis, dan adaptif saat berproses di lingkungan akademis,” tuturnya.

(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *