
Stella Christie menyampaikan, pentingnya memperluas pola pikir bagi mahasiswa. sumber. rri.co.id
Dalam ranah internasional, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), mendorong mahasiswa Indonesia memperluas pola pikir agar tidak terpaku pada pasar kerja domestik. Upaya strategis tersebut, mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif melalui keberanian mengambil peluang karier di luar negeri.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Keluarga (HK), semester delapan, Muhammad Gilang Zachary menjelaskan, kendala utama yang sering membentengi mahasiswa adalah keterbatasan kemampuan bahasa asing, serta minimnya akses informasi.
“Hambatan yang paling kami rasakan bukan sekadar soal akademik, melainkan membangun kepercayaan diri dan mentalitas. Selain itu, akses informasi mengenai beasiswa atau pekerjaan di luar negeri pun masih sulit kami jangkau secara merata,” jelasnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Muhammad Haikal Sakarian menyatakan, ajakan untuk berpikir global merupakan langkah strategis, guna membuka pintu relasi yang luas.
“Untuk menghadapi persaingan global, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri dan keluar dari zona nyaman, Maka, kemandirian tersebut yang akan membentuk pola pikir tangguh dalam setiap kesempatan emas di luar negeri,” katanya.
(Selgy Deswita Isnaini)





