
Soft Launching untuk LSISPO sektor usaha perkebunan, industri hilir, dan usaha bioenergi sawit Sumber. infopublik.id
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kristanto Widiwardono resmi memperkuat aturan akreditasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada Selasa (7/4). Langkah tersebut dilakukan, agar kualitas produk sawit dalam negeri semakin diakui. Maka, dengan sertifikasi yang lebih kuat, BSN ingin memastikan bahwa sawit Indonesia dikelola secara ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan para petani, serta pengusaha sawit.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis, semester delapan, Davina Nur Adha mengungkapkan, kebijakan tersebut akan membuat produk pangan berbahan sawit jadi lebih bersih, sehat, dan punya peluang besar untuk laku di pasar internasional. Maka, akan memberi peluang terhadap kebutuhan rumah tangga yang lebih baik.
“Saya optimistis standar yang lebih ketat, tidak hanya menjamin konsumsi yang lebih aman bagi kita. Dengan begitu, juga akan menjadi kunci utama untuk membuka ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia melalui ekspor,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester empat, Arya Putra menuturkan, penguatan standar tersebut jangan sampai membuat stok sawit di dalam negeri menjadi langka. Maka, perlu lebih diperhatikan dampak kebijakannya terhadap konsumen yang jelas akan menimbulkan pro dan kontra.
“Pemerintah harus waspada, karena standar yang makin tinggi biasanya diikuti biaya produksi yang naik. Saya khawatir hal ini nantinya memicu harga minyak goreng di pasar jadi kurang stabil, sehingga perlu adanya pengamatan yang lebih jelas” tuturnya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





