
Petugas PLN melakukan perbaikan dan perawatan kabel listrik. sumber. detik.com
Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, pada Kamis (17/9), Yuke Yurike mendorong gerakan 5M, yaitu menggunakan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT), melakukan relokasi mandiri, mengikat kabel udara aktif, memotong kabel yang tidak berfungsi, dan meninggikan kabel yang menjuntai, guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan untuk penurunan kabel listrik ke bawah tanah.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), jurusan Sosiologi, semester lima, Anggita Rahma Dinasih menuturkan, kabel listrik yang berantakan tentu akan mengganggu dan mengancam keselamatan masyarakat sehari hari.
“Penurunan kabel listrik ke bawah tanah merupakan solusi bagus, tetapi tidak selamanya positif karena kelembapan tanah yang tidak diketahui dan sulitnya perbaikan apabila terjadi kerusakan, apalagi ketika terjadi banjir,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester tiga, Najla Khairina Hafizh Lubis menjelaskan, kabel listrik udara yang berantakan menganggu estetika, sehingga tak jarang masyarakat pejalan kaki perlu mencari jalan lain yang lebih memudahkan untuk sampai ke destinasi.
“Sehingga penurunan kabel listrik akan menjadi solusi tepat, agar kabel listrik yang menjuntai lebih rapi dan keamanan masyarakat lebih terjamin. Maka, masyarakat akan jauh dari gangguan kabel listrik dari hal-hal yang tidak di inginkan,” jelasnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





