
Pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi dalam transisi rendah karbon. sumber. duniaenergi.com
Pada Selasa (15/9), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Agus Gumiwang dorong transisi rendah karbon sebagai bagian dari pengembangan industrialisasi Indonesia, termasuk melalui inovasi teknologi berbasis ekonomi hijau. Upaya ini perlu didukung kesiapan ekosistem pendidikan dalam menyediakan fasilitas, pendampingan, akses teknologi, serta kolaborasi industri dan pemerintah.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Akuntansi, semester tujuh, Nadia Fitria menuturkan, mahasiswa memiliki peluang untuk mengembangkan inovasi berbasis ekonomi hijau hingga bersaing di ranah internasional.
“Meski begitu, peluang yang tersedia perlu didukung dengan pembekalan pengetahuan, fasilitas pengembangan inovasi, dan wadah dari kampus agar ada wadah yang menampung jika memang minatnya,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester tiga, Arkana Hakan Sakhi mengungkapkan, kampus telah menyediakan fasilitas seperti laboratorium dan organisasi mahasiswa untuk mendukung kreativitas.
“Tetapi pengembangan inovasi rendah karbon masih belum meluas, sehingga panduan yang saya butuhkan adalah panduan dari awal sampai implementasi. Kemudian ada mentor yang mendampingi efektivitasnya, cara kerjanya, sampai akhirnya dapat pendanaan,” ungkapnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)






