
Kemendikdasmen bersama Kementerian ESDM percepat penyediaan listrik. sumber. timesindonesia.co.id
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), percepat penyediaan listrik bagi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pada Rabu (2/9). Mendukung digitalisasi pembelajaran nasional, kolaborasi mencakup penyambungan listrik baru, penambahan daya, dan pemanfaatan energi alternative.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), semester lima, Suci Lutfiya Azhari menuturkan, penyediaan listrik dan perangkat digital membantu pemerataan pembelajaran di daerah 3T dengan pendampingan berkelanjutan bagi tenaga pendidik.
“Sehingga pelatihan intensif bagi para guru perlu dilakukan, agar teknologi berjalan dengan optimal melalui pengetahuan yang dipelajari dan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas belajar siswa,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester tiga, Jibran Rapasya menyatakan, pemerataan akses teknologi memiliki potensi besar untuk mengurangi kesenjangan pendidikan yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah 3T.
“Meskipun akses teknologi efektif membantu masyarakat dan pihak sekolah, masih memerlukan bimbingan dalam menggunakannya, di samping mendesaknya kebutuhan pemenuhan fasilitas dasar sekolah seperti ketersediaan meja dan kursi yang jumlahnya masih sangat terbatas,” katanya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)






