
Pelaksanaan Indonesia Fair 2026 menampilkan berbagai kesenian tradisional. sumber.rm.id
Upaya memperkuat diplomasi budaya dan ekonomi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, menggelar festival tahunan Indonesia Fair 2026, pada Sabtu (15/8) di Tiongkok. Acara yang menghadirkan ragam kesenian tradisional, pariwisata, hingga pameran produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertujuan memperkenalkan potensi Indonesia guna menarik minat investor dan wisatawan global.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Kimia, semester delapan, Siti Muflihatul Laili menuturkan, menjaga keaslian identitas budaya Indonesia merupakan hal yang sangat esensial, meskipun penyesuaian promosi tetap diperlukan guna menembus kompetisi pasar global.
“Ukuran keberhasilan sebuah festival internasional tidak boleh hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, melainkan harus dilihat secara komprehensif melalui dampak jangka panjang dan keberlanjutan bisnis produk lokal bagi para pelaku usaha di luar negeri,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester empat, Faiz Rabbani menyatakan, langkah strategis tidak hanya memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan, tetapi juga secara konsisten membangun citra positif budaya Indonesia di mata global secara berkelanjutan.
“Inisiatif yang dihadirkan oleh KBRI Beijing patut untuk kita apresiasi bersama, karena pameran tersebut terbukti menjadi pintu masuk yang sangat efektif bagi kemajuan ekonomi UMKM Indonesia di kancah dunia internasional,” katanya.
(Syadwiena Rayapuan Aglanafaira)





