Kebijakan Batasi Kadar Nikotin, Apti Khawatir Terhadap Penyerapan Tembakau Lokal

Tembakau yang sedang dijemur oleh petani lokal. sumber. suara.com


Pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau, memicu perdebatan antara sektor ekonomi dan kesehatan. Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), pada Kamis (23/7), menyatakan kekhawatirannya kebijakan akan berpotensi menekan penyerapan tembakau lokal dan keberlangsungan industri secara keseluruhan.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester 14, Sitta Sakinatu Yassaroh menjelaskan, kebijakan kadar nkotin pada dasarnya berdampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meskipun implementasinya belum sepenuhnya sempurna.

​”Secara keseluruhan, regulasi memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan dampak negatifnya bagi masyarakat, terutama dalam hal menekan risiko timbulnya penyakit serius seperti kanker dan mengurangi populasi perokok pasif,” jelasnya.

​Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester enam, Muhammad Alaudin Fathan Ghazy menuturkan, pentingnya keseimbangan antara perlindungan kesehatan publik dan stabilitas kontribusi fiskal negara, sehingga setiap aturan baru yang dikeluarkan harus disertai dengan solusi nyata.

​”Meskipun pemerintah berupaya mengoptimalkan perlindungan kesehatan melalui pembatasan kadar nikotin dan tar, kita tidak boleh mengesampingkan fakta bahwa sektor industri rokok merupakan salah satu penyumbang devisa dan pajak terbesar bagi negara,” tuturnya.

(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *