SRUK Resmi Dirilis, Registrasi Karbon Nasional Dorong Transisi Energi Bersih

Zulkifli Hasan bersama jajarannya meresmikan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). sumber. bisnis.com


Indonesia meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), pada Kamis (9/7) sebagai langkah untuk mencatat dan mengawasi seluruh aktivitas perdagangan unit karbon. Melalui sistem SRUK, pemerintah memberi nilai ekonomi pada upaya pengurangan emisi karbon dan menghadirkan solusi berkelanjutan dalam menekan dampak perubahan iklim global.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester delapan, Syakilatun Nisa menuturkan, kehadiran sistem perdagangan karbon dapat menjadi katalisator bagi perusahaan, untuk serius dalam menekan emisi guna mempercepat transisi menuju lingkungan yang lebih hijau.

“Menurut pandangan saya, perubahan iklim bukan sekadar topik di media saja, melainkan sebuah ancaman yang harus menjadi perhatian utama bagi seluruh mahasiswa. Sebab dampaknya sudah jelas terasa dan akan terus mengganggu ritme kehidupan kita sehari-hari, jika tidak segera dimitigasi dengan kebijakan yang tepat,” tuturnya.

​Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), semester empat, Satria Zahid Gibran menyatakan, sistem perdagangan karbon belum cukup efektif untuk menuntaskan masalah emisi, sehingga diperlukan aksi kolektif dari masyarakat mulai dari hal-hal kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan tidak merokok sembarangan.

“Saya sangat berharap agar implementasi sistem SRUK tidak hanya di tataran teknis administratif saja, tetapi mampu berjalan secara transparan dan akuntabel di lapangan agar tujuan pemerintah menjaga keberlangsungan lingkungan dan meminimalisir kerusakan iklim dapat tercapai,” katanya.

(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *