
Potret pemaparan seminar oleh Tracy Pasaribu. Sumber. Dok. Pribadi
Memperingati Hari Bumi, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (DEMA-FU) menggelar seminar dan diskusi publik bertajuk “Islam, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Keadilan untuk Para Penjaga Lingkungan” di Auditorium Harun Nasution. Membedah keterkaitan nilai-nilai religius dengan perlindungan aktivis lingkungan, sekaligus menjadi ruang edukasi mahasiswa merespons krisis ekologis global.
Wakil Ketua DEMA-FU, Zahra Mustafida menjelaskan, seminar tersebut merupakan langkah nyata mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, dengan isu lingkungan kontemporer. Menurutnya, pembahasan isu lingkungan bagi mahasiswa berguna untuk mendorong kepedulian mereka.
“Kami berharap melalui kegiatan peringatan Hari Bumi, mahasiswa tidak hanya sekadar menyerap materi di ruang auditorium. Melainkan, mampu mengimplementasikan nilai kepedulian terhadap lingkungan, menjaga hak masyarakat adat, serta menegakkan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Salah satu peserta seminar, Rikza Anung Andita Putra menuturkan, diskusi yang berjalan sangat penting untuk membuka mata mahasiswa perkotaan. Banyak realitas eksploitasi di wilayah pedalaman yang selama ini harus lebih diutamakan keselamatan lingkungannya.
“Diskusi publik sangat penting bagi kami, untuk memahami posisi masyarakat adat sebagai garda terdepan penjaga alam. Sehingga kesadaran mahasiswa harus segera dibentuk, agar kita lebih peduli pada nasib mereka yang selama ini terpinggirkan,” tuturnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





