Penyalahgunaan Obat Meningkat, BPOM Perketat Pengawasan Konsumsi Mandiri

Obat-obatan yang belum resmi, jika dikonsumsi masyarakat. sumber. jakarta.pom.go.id


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melakukan Gerakan Nasional Cegah Penyalahgunaan Obat di Indonesia. Tingginya resiko efek samping berbahaya dan penggunaan obat yang tidak sesuai anjuran medis, langkah tersebut sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. Maka, BPOM berkomitmen memastikan setiap warga mendapat pengawasan yang tepat, dalam mengonsumsi obat guna menjamin keamanan dan keselamatan jiwa.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester empat, Muhammad Saiful Haris mengungkapkan, obat warung atau racikan tradisional sering dianggap ampuh untuk mengatasi penyakit ringan. Sebelum konsultasi lebih dalam, obat tersebut bisa jadi solusi cepat yang efisien bagi kebanyakan masyarakat.

“Sebelum ke ahli medis, sangat penting untuk mengenali jenis penyakit yang di derita. Meski begitu, setelahnya kami selalu mengikuti dosis yang telah ditetapkan oleh dokter dan menjauhkan diri dari kebiasaan berkonsultasi kepada pihak yang tidak memiliki keahlian medis,” ungkapnya.

​Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester empat, Zulfatan Nugraha Putra menjelaskan, konsumsi obat alternatif secara sembarangan tanpa anjuran tenaga professional, dapat berdampak buruk pada kualitas kesehatan. Untuk memastikan keamanan tubuh, setiap individu harus memanfaatkan fasilitas medis terdekat.

“Saya sangat menganjurkan masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi ke dokter dan mengonsumsi obat sesuai dosis kondisi pribadi, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia. Maka, penanganan penyakit akan menjadi lebih tepat dan aman bagi masyarakat,” jelasnya.

(Rifananda Ibrahim Bijaksana)

Rifananda Ibrahim Bijaksana
Rifananda Ibrahim Bijaksana
Articles: 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *