Hitam Gelar Seminar Varva Ke-10, Dorong Transisi Energi dan Green Mining di Indonesia

Penyerahan sertifikat dan plakat pemenang kompetisi nasional mining. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Kamis (22/10), Himpunan Pertambangan (Hitam) menggelar Seminar Varva ke-10 dengan tajuk “Transformasi Industri Pertambangan Indonesia dalam Era Transisi Energi”. Kegiatan ini bertempat di Auditorium Convention Center, guna menjadi wadah diskusi yang menghubungkan akademisi, praktisi, pelaku industri, hingga mahasiswa. 

Ketua pelaksana (Ketuplak) Seminar Varva, Indah Dyah Rahmawati mengungkapkan, pertambangan merupakan sektor vital perekonomian nasional, dengan kekayaan mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Sehingga penerapan green mining sangat diperlukan, agar aktivitas tambang lebih efisien dan ramah lingkungan. 

“Harapan yang paling utama dari kegiatan ini, pastinya bermanfaat bagi mahasiswa. Maka, ruang ini bisa menjadi wadah untuk lebih besar satu sama lain, apalagi jadi jembatan antara relasi mahasiswa,” ungkapnya. 

Peserta Seminar Varva, Muhammad Rakha Al Ghifar menuturkan, kegiatan ini membuat dirinya lebih paham tentang bidang pertambangan yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Selain itu, memberi kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh hebat di dunia pertambangan. 

“Kalau di pertambangan, banyak orang mengira tambang itu merusak alam. Tapi di dalam pertambangan itu diusahakan green mining, di mana setelah melakukan pertambangan dilakukan reklamasi atau reboisasi kembali supaya alam itu tetap terjaga,” tuturnya. 

(Muhammad Hasbi Mukhtar) 

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 68

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *