Perubahan Iklim Ancam Kesejahteraan Anak, Kemendikdasmen Perluas Layanan Responsif Iklim Pada PAUD

Kemendikdasmen tekankan PAUD agar lebih responsif terhadap perubahan iklim. sumber. kompas.com


Pada Selasa (20/10), Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti menilai layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus lebih responsif terhadap perubahan iklim. Hal ini didukung pembiayaan berkelanjutan melalui perluasan Program Indonesia Pintar (PIP), untuk melindungi perkembangan dan kesejahteraan anak dari dampak kerusakan lingkungan serta kesenjangan sosial. 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), semester tiga, Muhammad Ukasyah menuturkan, perubahan cuaca dan kondisi iklim yang semakin tidak menentu, menjadikan pemahaman krisis lingkungan sangat penting bagi anak sejak dini.

“Maka, edukasi lingkungan yang dilakukan perlu dikemas secara interaktif melalui media visual. Selain itu, anak PAUD memerlukan permainan edukatif agar materinya tidak membebani mental serta perkembangan anak itu sendiri,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos), semester tiga, Mohammad Faris mengungkapkan, kebijakan wajib prasekolah dan perluasan PIP di tingkat PAUD, belum sepenuhnya solutif karena dikhawatirkan mengganggu masa keemasan bermain anak.

“Pemberian beban akademik yang terlalu dini, takut merusak masa anak untuk bermain dan bereksplorasi. Sehingga pemerintah lebih baik berfokus mengawal penyaluran dana PIP, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar dunia pendidikan,” ungkapnya. 

(Muhammad Raffa Al Farezzy)

Muhammad Raffa Al Farezzy
Muhammad Raffa Al Farezzy
Articles: 65

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *