
Menekraf apresiasi peran Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). sumber. apakabar.co.id
Pada Jumat (16/10), Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya menilai kekayaan budaya Indonesia memberi identitas dan ciri khas yang membedakan desain Indonesia dengan negara lain. Sehingga menjadi modal bagi desainer grafis menghasilkan karya. Di mana, karya itu memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di kancah global.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester lima, Sahna Khalisa menuturkan, budaya Indonesia seperti batik, wayang, dan motif tradisional lainnya menginspirasi anak muda dalam membuat desain grafis yang menarik.
“Oleh karena itu, penggunaan unsur budaya dalam desain grafis, mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat global. Kita dapat mempertegas kalau budaya yang ada dalam desain itu adalah budaya Indonesia, karena ada beberapa budaya kita yang diklaim dengan negara tetangga,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), semester tiga, Arsyah Alifiyah Fathimaturohim menjelaskan, desain grafis yang mengandung unsur budaya, memiliki peluang untuk memiliki nilai jual berupa logo, poster, dan merchandise.
“Namun, peletakan unsur budaya di desain grafis, berisiko membuat budaya kehilangan makna dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya. Sehingga ketika menggunakan unsur budaya dalam desain, diperlukan penempatan yang tepat,” jelasnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





