Tingkatkan Wawasan Perfilman Mahasiswa, FDIKOM Gelar Screening dan Diskusi Film

Berlangsungnya pemaparan materi pada kegiatan screening dan diskusi film. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Jumat (2/10), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), sukses menggelar kegiatan screening dan diskusi film Between Tradition and Modernity: The Survival of Jungga Music on Sumba Island. Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari mata kuliah Naskah Produksi Film, menghadirkan pembahasan mengenai proses dan pengetahuan dalam pembuatan film. 

Pemateri sekaligus Produser film acara screening dan diskusi film, Titi Radjo Padmaja menjelaskan, keberlangsungan alat musik Jungga di Sumba di tengah gempuran musik modern saat ini hampir punah. Padahal banyak kebudayaan Sumba seperti pakaian adat dan ritual adat yang masih kental di kalangan masyarakat Sumba. 

“Sehingga, saya berharap alat musik Jungga dilestarikan dengan dijadikan kurikulum pendidikan, maka masyarakat muda di Sumba dapat mempelajari dan meminimalisir kepunahan Jungga di era yang serba modern,” jelasnya. 

Salah satu peserta acara screening dan diskusi film, Naila Asyifa menuturkan, acara ini memberi wawasan baru terkait alat musik Jungga dan pembuatan film dokumenter. Sehingga, dapat mengetahui seperti apa pendekatan terhadap masyarakat dan riset yang dilakukan.

“Selain itu, film dokumenter memberi insight baru ketika rencana berubah saat eksekusi di lapangan. Maka, melalui filmnya saya mengetahui bentuk Jungga, perbedaannya dengan gitar, dan kekurangan serta kelebihan alat musik Jungga,” tuturnya.

(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 65

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *