
Berlangsungnya pemaparan materi Studi Islam Interdisipliner. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Selasa (20/10), Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta menggelar seminar nasional bertajuk, “Studi Islam Interdisipliner di Tengah Tatanan Sosial dan Politik yang Berubah”. Bertempat di Auditorium Prof. Dr. Suwito, guna membahas keterkaitan studi Islam dengan dinamika sosial, politik, pendidikan, dan perkembangan teknologi di tengah perubahan masyarakat.
Sekretaris Prodi (Sekprodi) Magister Pengkajian Islam sekaligus Ketua Pelaksana (Ketuplak) seminar nasional, Rizqi Handayani menuturkan, seminar nasional yang digelar setiap tahun, menjadi ruang diskusi ilmiah bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran mengenai kajian Islam kontemporer dan interdisipliner.
“Selain itu, seminar nasional ini bertujuan membekali, memberi ruang bagi diskusi ilmiah para pengkaji kajian Islam kontemporer, dan mewadahi kolokium yang kami agendakan sebagai salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa sekolah pascasarjana,” tuturnya.
Salah satu peserta seminar nasional, Khairul Umam mengungkapkan, studi Islam interdisipliner memberi pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu akademik. Melalui pendekatan interdisipliner, penting untuk mengaitkan keilmuan dengan kajian Islam, sekaligus membangun sikap terbuka terhadap perbedaan keyakinan.
“AI itu hanya sebagai tools, sebagai bahan pertimbangan, bukan untuk dijadikan patokan 100% referensi bagi orang-orang di bidang akademik. Dari dasar keislaman, kita akhirnya bisa hidup rukun, bahkan terbuka terhadap agama dan keyakinan lain,” ungkapnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)






