Menkomdigi Tekankan Literasi Digital, Cegah Perpecahan di Tengah Aksi

Kerumunan massa dalam aksi yang harus tetap menjaga ruang digital. sumber. Kompas.com


Pada Kamis (27/8), Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan menjaga kondusivitas ruang digital. Di tengah situasi demonstrasi, masyarakat tidak boleh mudah terhasut oleh konten yang belum jelas kevalidannya, guna merawat persatuan bangsa dan mencegah potensi perpecahan akibat penyebaran hoaks.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Kimia, semester delapan, Muhammad Fayaadh Rifki menuturkan, menjaga keseimbangan antara membatasi konten provokatif dan menjamin kebebasan berekspresi di tengah gelombang aksi unjuk rasa, penting untuk merumuskan indikator pelanggaran yang transparan agar tetap terlindungi secara adil.

“Sehingga ruang interpretasi tidak bisa terlalu longgar, penegakan aturan terhadap konten provokatif dikhawatirkan akan menjadi alat kebebasan berpendapat warga negara secara sewenang-wenang di ruang publik digital,” tuturnya.

​Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), semester delapan, Audrey Aurelia Azzahra menjelaskan, penguatan literasi digital merupakan tujuan untuk menyaring arus informasi, mengingat rendahnya pemahaman literasi dapat memicu dampak buruk berupa kepanikan massal dan eskalasi tindakan anarkis.

“Maka, krisis literasi digital bukan lagi sekadar tantangan komunikasi biasa, sehingga edukasi kritis berbasis etika hukum perlu dilakukan untuk membentengi nalar publik dari manipulasi narasi digital,” jelasnya.

(Selgy Deswita Isnaini)

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 49

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *