DEMA FISIP Gelar Diskusi Publik, Soroti Kesejahteraan Hak Adat Papua

Pemaparan materi oleh Igbal Shoffan Shofwan, selaku Dirjen Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Sumber. Dok. Pribadi


Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (DEMA FISIP), menggelar diskusi publik di Auditorium Bahtiar Effendy, pada Rabu (29/7). Diskusi publik membahas strategi komprehensif dalam pemenuhan hak dan kebutuhan masyarakat Papua, untuk mengupas berbagai tantangan sosial dan kebijakan strategis dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan di tanah Papua.

​Wakil Ketua DEMA FISIP, Asyaimah Labibah Iqbal mengungkapkan, kegiatan diskusi publik dilatarbelakangi oleh kepedulian mahasiswa terhadap berbagai kebutuhan masyarakat Papua, khususnya yang berkaitan dengan sektor pembangunan ekonomi dan kebudayaan.

​”Kami sangat berharap mahasiswa ke depannya mampu berperan aktif sebagai jembatan yang menghubungkan antara nilai-nilai adat istiadat yang luhur dengan perkembangan era modern, melalui jalur pendidikan, digitalisasi, dan pengembangan kekayaan intelektual,” ungkapnya.

Salah satu peserta diskusi publik, Farhan Novaldi menuturkan, keinginan kuatnya untuk memperluas wawasan mengenai dinamika sosial di Papua, menjadi motivasi utama di balik kehadirannya dalam diskusi publik karena kurangnya keterlibatan masyarakat disana.

​”Berdasarkan pengamatan yang saya temukan, pembangunan di Papua saat ini masih belum berjalan secara optimal, terutama bagi saudara-saudara kita yang berada di wilayah pedalaman, sehingga pengelolaan sumber daya alam harus memperhatikan sistem kesukuan dan aturan adat yang berlaku,” tuturnya.

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *