
Tuai perbincangan, Nasaruddin Umar bahas UIN yang dinilai menjadi pilihan kedua. sumber. kemenag.go.id
Fenomena lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang lebih memilih melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedang ramai diperbincangkan. Sehingga mendorong Kementerian Agama (Kemenag), Nasaruddin Umar, mengenai daya saing dan posisi Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai pilihan calon mahasiswa berprestasi, di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi.
Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Fauzan Jamil mengungkapkan, berkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, di mana perpaduan kompetensi akademik, etos kerja, dan nilai-nilai keislaman menjadi keunggulan utama lulusan UIN untuk bersaing di dunia kerja.
“Kami optimis bahwa integrasi kurikulum yang unik, mampu membekali mahasiswa dengan karakter yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga secara spiritual saat terjun ke industri profesional yang semakin dinamis,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Pembangunan (EP), semester enam, Jaka Ardiansyah menuturkan, langkah UIN dalam menyinergikan ilmu umum dan agama telah mencetak lulusan yang kompetitif, meski ia menyarankan agar institusi memperluas jejaring kemitraan.
“Agar status sebagai pilihan utama pendidikan tinggi bisa terus dipertahankan, saya berharap UIN membangun kerja sama strategis dengan pihak industri dan secara aktif mengekspos berbagai prestasi mahasiswa,” tuturnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





