DEMA FISIP Gelar Diskusi Demokrasi Membahas Politik Kebangsaan

Berlangsungnya diskusi publik oleh salah satu pembicara, Delpedro Marhaen. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Rabu (8/7), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (DEMA FISIP), menggelar diskusi publik bertajuk “Mengawal Demokrasi”. Bertempat di aula madya lantai satu FISIP, diskusi publik merupakan ruang dialektika bagi mahasiswa untuk mengupas tantangan demokrasi di Indonesia dan berkomitmen untuk memperkuat nalar kritis dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, di tengah dinamika politik nasional.

Pembicara diskusi publik, Muhammad Riziq Yazin Zidan menjelaskan, pentingnya peran kampus dalam menjaga kepatuhan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pondasi utama. Mahasiswa harus meningkatkan kepedulian dan keaktifan mengawal setiap kebijakan pemerintah.  

“Mahasiswa harus menyadari bahwa esensi sejati dari politik adalah untuk mewujudkan kepentingan yang berpihak kepada masyarakat, sehingga kampus sebagai institusi intelektual memegang independensinya melalui pengawalan kebijakan,” jelasnya.

​Salah satu peserta diskusi publik, Khanawa Rajana Borneoputra menyatakan, diskusi publik sangat relevan bagi mahasiswa, sebab posisi Indonesia sebagai negara demokrasi menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat.

“Maka sudah menjadi kewajiban untuk meninggalkan sikap apatis dan pragmatis yang justru merusak integritas. Sehingga harus mampu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika agar pengawalan terhadap demokrasi berada di koridor yang benar,” katanya

(Muhammad Hasbi Mukhtar)

Muhammad Hasbi Mukhtar
Muhammad Hasbi Mukhtar
Articles: 40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *