FST Gelar Kuliah Umum untuk Menggali Potensi Akademik di Timur Tengah

Pemaparan materi kuliah umum perihal peluang pendidikan di Timur Tengah. Sumber. Dok. Pribadi


Pada Selasa (7/7), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), gelar kuliah umum bertajuk “Academic Life in the Middle East: Opportunities and Challenges Bridging Cultural Borders, Unlocking Academic Wonders” di ruang teater lantai dua. Kuliah umum menghadirkan wawasan mengenai peluang studi dan tantangan akademik di Timur Tengah, guna membekali mahasiswa dinamika pendidikan di ranah internasional.

Pemateri kuliah umum, Hadi Susanto mengungkapkan, pentingnya bagi akademisi Indonesia untuk memahami perbedaan aturan busana dan standar kesopanan di Timur Tengah, sebagai modal dalam beradaptasi guna meraih peluang beasiswa di Khalifa University.  

“Selain melakukan penyesuaian budaya, saya sangat menyarankan mahasiswa untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan kemudahan akses teknologi. Sebab merupakan kunci untuk memetakan, mencari, dan memenangkan berbagai peluang akademik internasional,” ungkapnya.

​Salah satu peserta kuliah umum, Naufal Fauzan menuturkan, pemaparan mengenai pesatnya kemajuan sains dan teknologi di Timur Tengah, memberikan wawasan baru yang cukup mengejutkan. Selain itu, membuka pola pikirnya mengenai besarnya ambisi Timur Tengah mendominasi akademik global.

“Menurut saya sudah saatnya sebagai mahasiswa untuk mulai melakukan langkah nyata, seperti persiapan penguasaan bahasa asing dan konsisten. Sehingga kami bisa benar-benar siap untuk berkontribusi aktif dan bersaing mendapatkan pengalaman belajar berharga di luar negeri,” tuturnya.

(Jiddan Akrom Ramadhan)

Jiddan Akrom Ramadhan
Jiddan Akrom Ramadhan
Articles: 47

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *