
Anggota komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyampaikan pandangan terkait UKT. sumber. pos.com
Anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi menekan tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menjadi penghambat mahasiswa berprestasi dalam melanjutkan pendidikan, upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi yang merata bagi seluruh mahasiswa di Indonesia, mencegah angka terancamnya putus kuliah akibat beban biaya yang tinggi.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Syariah (EKSYAR), semester delapan, Nathan Al Ghifary menyatakan, faktor biaya hidup dan kondisi ekonomi keluarga yang fluktuatif, menjadi beban tambahan yang memicu calon mahasiswa untuk mengurungkan niat kuliah.
“Sistem penetapan nominal UKT di setiap kampus perlu ditinjau ulang secara serius, agar skema pembayarannya jauh lebih proporsional. Selain itu, mencerminkan realita ekonomi keluarga mahasiswa, sehingga tidak ada lagi anak yang harus putus sekolah hanya karena ketidakmampuan finansial,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Muhammad Yazid menuturkan, beban biaya UKT yang masih tinggi menjadi penghambat utama bagi banyak calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Pemerintah harus bergerak lebih progresif dengan memperluas akses beasiswa dan merombak sistem penyalurannya. Sehingga, bantuan pendidikan jatuh ke tangan mahasiswa yang memang membutuhkan, serta tidak lagi salah sasaran,” tuturnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





