Deepfake Kian Meningkat, Wamenkomdigi Perketat Keamanan Konten Media Sosial

Nezar Patria soroti ancaman deepfake dalam Indonesia Ethical AI Summit 2026. sumber. kompas.com


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (WAMENKOMDIGI), Nezar Patria, menyoroti ancaman penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) berupa deepfake. Pada Rabu (17/6), dalam ajang Indonesia Ethical AI Summit 2026, kemampuan AI menghasilkan konten “realitas sintetik” menyerupai aslinya, telah menciptakan tantangan keamanan sehingga pemerintah mendorong percepatan literasi digital guna membekali publik agar lebih waspada.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Informatika (TI), semester delapan, Saepul Ramdhani menuturkan, teknologi deepfake telah menjadi ancaman serius bagi keamanan data pribadi, karena kemampuannya dalam memanipulasi foto, video, hingga suara agar tampak autentik.

“Bahaya utama dari penyalahgunaan AI adalah kemudahannya memalsukan identitas seseorang, sehingga masyarakat harus lebih selektif dan berhati-hati membagikan konten pribadi di media sosial agar tidak terjebak modus penipuan digital yang semakin canggih,” tuturnya.

​Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester empat, Muhammad Hanif Az-Zaydan menyatakan, kehadiran AI membawa peluang besar dalam sektor pendidikan dan ekonomi, melalui efisiensi akses informasi dan peningkatan produktivitas yang signifikan.

“Meskipun AI adalah alat yang sangat mendukung kemajuan, kita tidak boleh mengabaikan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi etika, dan sistem pengawasan. Maka, pemanfaatan teknologi tetap terkendali dan tidak tergelincir pada tindakan penyalahgunaan yang merugikan pihak lain,” katanya.

(Muhammad Raffa Al Farezzy)

Muhammad Raffa Al Farezzy
Muhammad Raffa Al Farezzy
Articles: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *