
Perjalanan hearing session album Kasablanka menggunakan bus. Sumber. Dok. Pribadi
Balamuda, tahu nggak, kalo ada kabar gembira datang bagi penikmat hip-hop tanah air yaitu, Basboi resmi meluncurkan album kedua bertajuk Kasablanka, pada Jumat (5/6). Setelah penantian panjang selama sepuluh tahun, rapper asal Medan ini menyuguhkan sekitar 15 lagu yang merangkum perjalanan hidupnya dan sangat antusias Basboi refleksikan untuk pendengarnya.
Basboi menggelar hearing session dengan konsep unik di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mengajak media untuk menyimak seluruh isi album di dalam bus yang bergerak melintasi jalur Kasablanka. “Kenapa bus? Karena gue pengen kalian ngerasain langsung lagunya. Ibarat gempa, ada yang disebut episentrum, yaitu titik pusatnya. Nah, gue ingin kalian berada di titik itu supaya getarannya lebih intens,” ungkapnya.
Album Kasablanka merupakan cerminan perjalanan Basboi sebagai perantau yang berpindah dari Medan, Bandung, hingga akhirnya menetap di Jakarta. Jalur Kasablanka dipilih sebagai saksi bisu keseharian sang rapper yang tak pernah lepas dari kepadatan lalu lintas ibu kota. Melalui Kasablanka, Basboi mencoba menerjemahkan kontradiksi atmosfer Jakarta yang dirasakan selama bertahun-tahun. Nuansa jalanan yang padat, berdebu, namun tetap memiliki sisi kemewahan di tengah segala keterbatasannya.
Dari segi musikalitas, album ini menjadi wadah kolaborasi lintas genre yang melibatkan berbagai talenta seperti Quest, Pierre Lynx, Raka, hingga Duffy D. Perpaduan energi dari para kolaborator membuat Kasablanka terasa sangat dinamis, mulai dari nuansa yang reflektif, centil, hingga chaotic yang menyenangkan menjadi satu frekuensi didalam representasi albumnya.
Proses produksinya pun digarap oleh nama-nama besar seperti Concerto dan Panji Wi sebagai tulang punggung utama suara Kasablanka. Tak hanya musisi lokal, keterlibatan kolaborator internasional seperti Igorbeats, lyricslesson dari Amerika Serikat, serta Nino dari Bangkok memperkaya aransemen musiknya dengan harapan bisa selalu menemani perjalanan penikmat musiknya setiap mendengar tiap baitnya.
(Music Department didukung oleh News Department)





