
KBRI Tokyo dalam menyampaikan harmoni WNI yang ada di Jepang. sumber. merdeka.com
Meningkatnya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan menempuh pendidikan di Jepang, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, menekankan kepatuhan terhadap hukum lokal dan adaptasi budaya bagi diaspora Indonesia. Pada Senin (15/6), pihak KBRI mencegah potensi konflik yang dapat merugikan diri sendiri dan menjaga marwah, serta citra positif Indonesia agar tetap berintegrasi dengan baik.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Keluarga, semester delapan, Ghivari Rama Abrar Putranto menuturkan, kendala utama WNI saat menetap di Jepang adalah kesenjangan nilai budaya, serta minimnya literasi mengenai hukum dan etika lokal sebelum keberangkatan.
“Sangat penting bagi setiap individu untuk membekali diri dengan pemahaman mengenai regulasi setempat. Dengan penguatan edukasi yang komprehensif, WNI tidak hanya akan lebih beradaptasi, tetapi juga meminimalisasi risiko pelanggaran bagi reputasi diri sendiri maupun negara,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Matematika, semester enam, Raffael Oktafandi menjelaskan, keberhasilan dalam menyesuaikan diri dengan budaya Jepang akan membuka peluang yang lebih luas, dalam membangun relasi strategis di dunia akademik maupun industri internasional.
“Jika kita mampu menyerap budaya kerja keras, kedisiplinan tinggi, serta kepatuhan terhadap aturan masyarakat Jepang secara konsisten. Maka, kita dapat berkontribusi dalam menjaga, sekaligus mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia global,” jelasnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





