
Berlangsunya acara Grab Talks yang dihadiri oleh berbagai peserta. sumber. suara.com
Pada Kamis (21/5), Grab Indonesia menggelar ruang diskusi menghadirkan Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, dengan menegaskan pentingnya memberi ruang yang setara bagi perempuan untuk tumbuh dan berkarya di industri teknologi. Selain itu, sekaligus membahas tantangan dan prospek karier di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan, semester delapan, Diva Kyla Salsabillah menuturkan, program dihadirkan sebagai langkah Grab dalam mendorong inklusivitas dan mencetak generasi digital di masa depan, yang siap bersaing di sektor teknologi.
“Program edukasi seperti ini tidak hanya sekadar memberdayakan kaum perempuan agar berani mengambil peran, tetapi juga mampu menciptakan keselarasan inovasi yang jauh lebih inklusif melalui perspektif gender yang lebih luas di tengah dominasi industri,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Fisika, semester empat, Azka Mutiara Salsabilah menyatakan, langkah Grab merupakan peluang membuka ruang berkembang bagi perempuan, di tengah masih terbatasnya akses mereka di sektor sains dan teknologi.
“Kehadirannya penting untuk memenuhi kebutuhan industri digital akan tenaga kerja perempuan, yang mana relevansinya bisa kita cerminkan pada kesuksesan misi global National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui proyek Artemis II yang telah melibatkan perempuan dalam kru utamanya,” katanya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





