
Foto bersama dubes Iran dengan peserta pasca acara berlangsung. Sumber. Dok. Pribadi
Pada Kamis (21/5), Fakulas Ushuluddin (FU), menyelenggarakan studium generale bertajuk “Islam and Current Politics”. Memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika politik global, studium generale menghadirkan narasumber The Ammbassador of Islamic Republic of Iran, yaitu Mohammad Boroujerdi guna memperluas cara berpikir dan membedah isu-isu kontemporer yang tengah berkembang.
Wakil Dekan (Wadek) FU, Eva Nugraha menjelaskan, studium generale diselenggarakan agar para mahasiswa bisa memahami dinamika geopolitik Iran secara objektif dan mendalam, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
“Kehadiran duta besar (dubes) Iran merupakan momentum yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menyerap ilmunya, sekaligus membedah perspektif serta kebijakan diplomasi luar negeri Iran secara langsung dari otoritas resminya terkait ketegangan yang sedang terjadi,” jelasnya.
Salah satu peserta studium generale, Selvilla Az-Zahra mengungkapkan, forum tersebut memberikan perspektif baru yang membuka mata mahasiswa, mengenai realita dan keadaan peta politik global saat ini yang sangat penting untuk diketahui.
“Melalui pemaparan langsung dari dubes Iran, kami memperoleh wawasan strategis yang sangat luas mengenai bagaimana Iran membangun jaringan kerja sama dengan negara-negara berkekuatan menengah (middle powers) demi menjaga stabilitas kawasan,” ungkapnya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





