Pada Rabu (6/5), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (WAMENKOMDIGI), Nezar Patria, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang emas untuk menembus rantai pasok industri Artificial Intelligence (AI) global, namun masih terhambat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengolahan teknologi. Maka, pentingnya akselerasi kapabilitas domestik agar mampu berperan sebagai pemain teknologi, bukan sekadar penyedia bahan mentah.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Pidana Islam (HPI), semester enam, Sulthan Muhammad Al Fatih menuturkan, Indonesia berpeluang menembus rantai pasok industri AI global, asal pemerintah serius membenahi kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan talenta digital.
“Kita tidak boleh terlena dengan status sebagai pemasok material dasar saja, melainkan harus mencetak ahli-ahli digital yang mampu merancang sistem sendiri. Maka, Indonesia dapat memiliki kemandirian teknologi dan daya saing yang setara di industri global,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Fisika, semester empat, Muhammad Alvi Al Farizi menyatakan, ketidakmerataan infrastruktur dan rendahnya teknologi di berbagai daerah, menjadi fokus utama. Maka, perlunya bantuan teknologi sebelum melangkah lebih jauh ke persaingan global.
“Namun, infrastruktur digital yang belum merata menjadi prioritas kita saat ini. Dengan cara memanfaatkan potensi alam kita sendiri terlebih dahulu, bisa memajukan teknologi melalui integrasi yang tepat guna dan berkeadilan,” katanya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





