BRIN Atasi Krisis Energi Melalui Inovasi Petasol

Uji coba penggunaan bahan bakar petasol pada perahu nelayan. sumber. beritasatu.com


Krisis lingkungan dan energi yang mengkhawatirkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada Senin (27/4), resmi memperkenalkan Petasol sebagai inovasi teknologi yang mampu menyulap sampah plastik menjadi bahan baku bahan bakar alternatif. Melalui riset energi, peneliti BRIN berupaya menekan volume limbah plastik menjadi sumber daya yang bernilai dan masih terus dikaji secara mendalam guna memastikan kesiapannya.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan  Manajemen Dakwah (MD), semester 14, Farhan mengungkapkan, inovasi petasol merupakan solusi ganda menekan volume limbah plastik. Efektivitas teknologi tersebut sangat bergantung pada keseriusan pemerintah, memperkuat fundamental riset dan menyediakan sarana pendukung.

“Penerapan petasol memiliki potensi luar biasa, untuk menciptakan kemandirian energi di tingkat lokal. Namun secara menyeluruh, pemerintah harus menyediakan infrastruktur pengolahan, agar inovasi ini tidak sekadar menjadi prototipe melainkan bisa dinikmati,” ungkapnya.

​Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Sistem Informasi (SI), semester enam, Araffi Farizki menyatakan, minimnya dukungan infrastruktur menjadi tantangan implementasi teknologi tersebut. Sehingga, perluasan jangkauan teknologi hanya akan menjadi realita, apabila dibarengi dengan standarisasi prosedur yang jelas.

“Meskipun secara teknis sangat menjanjikan untuk dikembangkan, saya melihat ekosistem pendukungnya belum siap sepenuhnya. Maka, penguatan regulasi yang lebih tegas harus dilakukan, agar memiliki landasan operasional yang legal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara lingkungan,” katanya.

(Jiddan Akrom Ramadhan)

Jiddan Akrom Ramadhan
Jiddan Akrom Ramadhan
Articles: 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *