Atasi Kesenjangan Industri, Asah Soft Skill Organisasi

Tekankan keterampilan mahasiswa, di dunia persaingan kerja. sumber. rri.co.id


Bank Dunia mendorong pemerintah Indonesia, untuk segera memperkuat sistem pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah tersebut sebagai respon, atas ketimpangan keterampilan tenaga kerja lokal. Maka, sinkronisasi kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi, Indonesia diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja kompetitif.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Keluarga (HK), semester enam, Naila Shopy Agnia mengungkapkan, pihak kampus sebenarnya telah menyediakan wadah yang memadai bagi mahasiswa. Dalam mengasah kemampuan dasar, adanya pemecahan masalah dan kerja sama tim melalui berbagai organisasi.

“Materi perkuliahan saat ini sudah cukup relevan dengan kebutuhan industri. Akan tetapi, mahasiswa tetap dituntut untuk mengeksplorasi materi tersebut secara mandiri lebih mendalam agar bisa mencapai hasil yang maksimal,” ungkapnya.

​Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, jurusan Jurnalistik, semester empat, Ilham menjelaskan, adanya kesenjangan nyata antara kurikulum akademik dengan tuntutan praktis di lapangan kerja akibat dominasi materi teori. Sehingga, perlu adanya pelatihan khusus yang lebih mewadahi mahasiswa.

“Minimnya porsi praktek, membuat kemampuan komunikasi profesional kami belum terasah dengan baik. Pada Akhirnya, banyak mahasiswa yang merasa belum sepenuhnya siap untuk terjun ke dunia kerja,” jelasnya.

(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)

Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Shakila Najla Azzahra Ramadhani
Articles: 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *