JKN 2030: Jaminan Sehat Generasi Emas 

Komitmen perlindungan kesehatan nasional diperlihatkan melalui penguatan JKN. Sumber. Kuatbaca.com


Dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan menargetkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 100%. Guna mencapai target tersebut, dilakukan persiapan fasilitas kesehatan dan memperluas akses layanan digital, agar transformasi sistem kesehatan tetap inklusif dan tidak menyulitkan. 

Salah satu pengguna JKN, Rahmat Illahi menjelaskan, adanya ketimpangan antara target dengan realitas di lapangan. Terutama lambatnya pelayanan, masalah ketersediaan obat, antrean yang panjang. Maka, peningkatan kualitas tenaga medis dan kesetaraan layanan harus menjadi prioritas sebelum mengejar kuantitas peserta.

​”Target 100% kepesertaan ini belum seimbang dengan fasilitas dan tenaga medis yang tersedia, sehingga pemerintah perlu memberi opsi pelayanan manual. Memastikan kualitas dokter meningkat, agar tidak ada lagi perbedaan layanan dengan pasien umum,” jelasnya. 

​Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Jurusan Sastra Inggris (SI), semester empat, Muhammad Dafa Al Farisi menuturkan, JKN merupakan hal  krusial untuk mengantisipasi resiko penyakit lambung pada mahasiswa. Meski begitu, kendala jaringan komunikasi di daerah dan keterbatasan literasi digital tetap menjadi hambatan nyata.

​”Kami berharap JKN dapat mempermudah jaminan kesehatan bagi mahasiswa, namun pemerintah juga harus memperhatikan masyarakat di daerah yang sulit sinyal. Agar target perlindungan menyeluruh dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang terlindungi,” tuturnya. 

(Jiddan Akrom Ramadhan) 

Jiddan Akrom Ramadhan
Jiddan Akrom Ramadhan
Articles: 30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *