
RDK FM pasca pelatihan siaran. Sumber. Dok. pribadi
Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) menggelar pelatihan program siaran dan scripting di Teater lantai dua Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Rabu (20/8). Kegiatan bertema “Meningkatkan Kapasitas dan Profesional Produser dalam Mengelola Program Siaran RDK FM” ini diikuti seluruh anggota aktif dan menghadirkan Tomi Hernawan sebagai pemateri.
Program Director Radio Dangdut Indonesia (RDI), Tomi Hernawan menjelaskan, penentuan materi sesuai segmentasi usia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui Google Form untuk mengetahui minat pendengar. Untuk segmen ibu-ibu, misalnya, materi dapat diisi dengan lagu-lagu dangdut maupun lagu yang tengah viral di TikTok. Sementara itu, untuk kalangan anak muda atau generasi Z lebih cocok dengan lagu-lagu yang sedang tren di media sosial tersebut.
“Dalam membangun interaksi dengan pendengar di era digital, penyiar juga dapat memanfaatkan media sosial seperti live streaming agar pendengar bisa langsung meminta lagu atau bertanya secara real time. Cara ini membuat interaksi terasa lebih dekat. Elemen penting yang harus diperhatikan dalam penyiaran adalah fun, fakta, dan fresh, sehingga penyiar dituntut mampu membedakan antara berita fakta dengan hoaks,” jelasnya.
Program Director RDK FM, Indri Fitriani mengungkapkan, pelatihan ini digelar karena adanya kendala yang dihadapi produser dalam mengemas berita menjadi script yang siap dibawakan penyiar. Selain untuk mengatasi hambatan tersebut, kegiatan ini juga dirancang sebagai wadah pendalaman materi dan penambahan wawasan baru mengenai dunia penyiaran.
“Harapannya, para produser dapat lebih terampil dalam mengolah materi siaran sehingga mampu menghasilkan script yang berkualitas dan menarik bagi pendengar. Dengan pengalaman serta pengetahuan baru yang diperoleh, produser diharapkan semakin terinspirasi dan termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola program siaran RDK FM di masa mendatang,” ungkapnya.
(Nayla Putri Kamila)





