
Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Sunardi Manampiar Sinaga, dalam kegiatan Kampus Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), di Jakarta, Selasa (19/8/2025). Sumber. Kompas.com
Maraknya penggunaan media sosial menunjukkan adanya pergeseran fungsi ruang digital yang kini tidak hanya sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun reputasi pribadi. Media sosial bahkan berperan besar dalam memengaruhi opini publik dan membentuk pola pikir masyarakat. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), semester empat, Riski Siti Safitri mengatakan, bersikap bijak dalam bermedia sosial sangat penting karena rekam jejak digital akan selalu tersimpan jika tidak diantisipasi. Rekam jejak tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, baik pada peluang di dunia kerja maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Salah satu langkah yang bisa dilakukan mahasiswa untuk menjaga keamanan digital adalah dengan memanfaatkan akun kedua sebagai ruang hiburan. Akun utama tetap perlu dijaga dengan baik dan diatur interaksinya secara selektif agar reputasi pribadi tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko di masa mendatang,” ucapnya.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester empat, Yosa Nugraha menyampaikan, menjaga reputasi baik di media sosial sangat penting karena mencerminkan kepribadian seseorang. Jejak digital yang positif tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memperluas relasi yang bermanfaat bagi masa depan.
“Sebaliknya, jejak digital yang negatif dapat menjadi hambatan serius bagi perkembangan karier dan kepercayaan publik. Reputasi yang baik di media sosial berperan besar dalam meningkatkan keyakinan masyarakat maupun perusahaan terhadap individu, sehingga membuka jalan menuju arah karier yang lebih baik,” ujarnya.
(Mahendra Dewa Asmara)