
Sofia Alatas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Instrumen dan Penguatan HAM. sumber. kompas.com
Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham), menyusun kajian strategis pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob) untuk 10 tahun ke depan, guna memperkuat kebijakan pemerintah agar tepat sasaran. Fokus utama kajian ini mencakup penciptaan kesempatan kerja yang luas dan pemenuhan hak masyarakat atas penghidupan yang layak.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), semester delapan, Agasi Dona Sari mengungkapkan, kajian Ekosob yang dilakukan menjadi kesempatan kepastian masa depan angkatan kerja bagi generasi muda.
”Masa depan sebagai tenaga kerja menjadi jauh lebih terjamin, sebab kemampuan kompetensi dan koneksi sama-sama penting. Koneksi membantu seseorang mendapatkan pekerjaan, sementara kompetensi menjadi kunci yang membantu seseorang untuk bertahan,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester empat, Rosita Nurul Udhia menuturkan, pentingnya keadilan dan pemerataan implementasi kebijakan ketenagakerjaan.
”Sehingga kesadaran tentang pentingnya kesetaraan dan kesempatan kerja, tidak lagi membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan hanya karena tidak memiliki koneksi ataupun berasal dari latar belakang yang kurang beruntung,” tuturnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





