Digitalisasi Buku Langka Oleh Perusahaan AI, Tuai Sorotan Kelestarian Budaya Literasi

Perusahaan AI manfaatkan buku fisik langka guna memenuhi pelatihan model data. sumber. viva.co.id 


Perusahaan Artificial Intelligence (AI) global, memusnahkan buku-buku fisik langka untuk kebutuhan pelatihan model data berkualitas tinggi. Dalam pelaksanaannya, kebijakan yang dilakukan menuai kritik, sebab seharusnya bagi pegiat literasi merawat dan melestarikan warisan sejarah pengetahuan perlu dilakukan, sehingga perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian literatur fisik.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Akuntansi, semester enam, Calya Arsanti menuturkan, pemanfaatan buku langka oleh perusahaan AI memberikan dampak positif, bagi percepatan perkembangan data digital global di era sekarang.

“Tetapi, inovasi teknologi yang membantu kemajuan riset, buku fisik tetap tidak dimusnahkan, melainkan disimpan dengan aman sebagai warisan sejarah yang berharga. Sehingga, tidak mengorbankan dokumentasi literasi autentik ilmu pengetahuan,” tuturnya.

​Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Perbandingan Mazhab (PM), semester empat, Haudi Kautsar menyatakan, tindakan pemusnahan buku langka guna pelatihan model AI, tidak etis karena berpotensi menghilangkan bukti sejarah pengetahuan yang tak ternilai harganya.

“Inovasi teknologi tidak boleh berjalan di atas kehancuran warisan literatur masa lampau, sehingga perusahaan pengembang AI bisa untuk mengalihkan metode pelatihan data mereka melalui proses pindai digital alih-alih menghancurkan sumber aslinya,” katanya.

(Jiddan Akrom Ramadhan)

Jiddan Akrom Ramadhan
Jiddan Akrom Ramadhan
Articles: 57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *