
Brian Yuliarto mendorong kampus agar mengembangkan industri semikonduktor. sumber. niaga.asia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mengambil peran dalam pengembangan industri semikonduktor nasional. Pada Rabu (29/7), dengan mengubah hasil riset laboratorium menjadi produk siap produksi massal, agar dunia akademik tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, melainkan menjawab tantangan kemandirian teknologi cip di dalam negeri.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Hadis (ILHA), semester 12, Aqiela Ahmad Muzakki menyatakan, keterlibatan dalam industri semikonduktor dari latar belakang non-teknik juga mempunyai peluang besar untuk ikut berkecimpung melalui jalur minat, hobi, dan perluasan wawasan mandiri di luar kelas.
”Industri semikonduktor sangat terbuka bagi siapa saja, di mana mahasiswa dari jurusan non-teknik bisa mulai mendalaminya lewat komunitas dengan rekan-rekan yang memiliki ketertarikan hobi serupa agar tidak merasa asing dengan ekosistem teknologi,” katanya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Teknik Pertambangan (TP), semester empat, Haura Sakinatunnajmi Rajmatan mengungkapkan, sebagian mahasiswa teknik sebenarnya sudah familiar dengan istilah industri semikonduktor, namun masih minim pemahaman komprehensif mengenai peta peluang karier di dalamnya.
”Kami berharap pihak kampus tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teori di ruang kuliah saja, melainkan menghadirkan program pelatihan praktis, magang industri, atau akses jejaring yang nyata untuk memiliki bekal dan kesiapan,” ungkapnya.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





