
Berlangsungnya konsolidasi yang membahas berbagai isu kebijakan pemerintah. Sumber. Dok. Pribadi
Melalui forum bertajuk “Bola Liar Kebijakan Prabowo”, pada Kamis (11/6), Koneksi UIN Jakarta gelar diskusi publik dan konsolidasi akbar untuk mengkritisi kebijakan pemerintah di tengah tekanan nilai tukar rupiah, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan ketidakpastian program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI). Menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengkaji dampak ekonomi nasional, sekaligus merumuskan aspirasi terkait arah kebijakan publik untuk dievaluasi.
Koordinator koneksi, Rikza Anung Andita Putra menjelaskan, forum diskusi diselenggarakan sebagai ruang bagi mahasiswa mengonsolidasikan gagasan, sekaligus merumuskan kritik terhadap deretan kebijakan pemerintah. Langkah strategis ini berujung pada komitmen para peserta untuk segera melakukan aksi nyata, sebagai perwujudan sikap kritis mahasiswa.
“Diskusi bukan sekadar ajang bicara, melainkan momentum bagi kita untuk bersatu merapatkan barisan dalam aksi. Sebagai bentuk keresahan atas kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, saatnya mahasiswa hadir melalui langkah-langkah yang terukur dan berdampak bagi kepentingan nasional,” jelasnya.
Moderator diskusi konsolidasi, Muhammad Rafi Anandia menyatakan, isu pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga BBM merupakan tantangan ekonomi paling mendesak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pentingnya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif mengawal setiap keputusan pemerintah.
“Kondisi ekonomi hari ini sangat fluktuatif dan menyentuh kebutuhan dasar, sehingga sudah menjadi kewajiban moral kita sebagai kaum intelektual untuk tidak diam, terus memantau, dan lantang dalam merespons. Maka, setiap persoalan publik yang diambil tidak semakin memberatkan rakyat yang sudah kesulitan bertahan hidup di tengah badai ekonomi,” katanya.
(Muhammad Raffa Al Farezzy)





