Hirilisasi Minyak Atsiri Tingkatkan Inovasi Pusat Flavor Fragnance

KEMENPERIN meluncurkan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) sebagai langkah mempercepat hilirisasi minyak atsiri nasional, dalam daya saing industri parfum lokal.

Pusat inovasi dan pelatihan bisnis dihadirkan di Indonesia, guna mengolah bahan mentah menjadi produk wewangian bernilai tambah tinggi. Kementerian Perindustrian (KEMENPERIN), Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Senin (11/5), meluncurkan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) sebagai langkah mempercepat hilirisasi minyak atsiri nasional, dalam daya saing industri parfum lokal di pasar global.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Biologi, semester enam, Sindy Mey Assigatika menyatakan, PFF dikhawatirkan berisiko tidak menjangkau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), apabila skema penjualannya hanya difokuskan pada skala industri besar.

“Maka, harus melibatkan UMKM melalui kolaborasi pembuatan produk, agar industri minyak atsiri lokal semakin dikenal luas. Selain itu, mendorong pelaku usaha kecil untuk mulai beralih menjadi produsen produk jadi, yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

​Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat,  Hilwa Zulfa Lubabah mengungkapkan, kebijakan hilirisasi melalui PFF sangat berdampak, meski belum merata aksesnya hingga ke level petani kecil di hulu.

“Agar manfaat ekonomi dari penggunaan parfum dan wewangian bisa dirasakan secara luas, pemerintah perlu memberi dukungan sebab diprediksi tren tersebut akan terus berkembang pesat di masa depan,” ungkapnya.

(Rifananda Ibrahim Bijaksana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *