Efek Rupiah Melemah, Biaya Produksi dan Harga Barang Bisa Naik

Ketidakstabilan nilai rupiah yang akhirnya melemah. sumber. kumparan.com


Balamuda, tahu nggak, rupiah kita lagi “melemah”, loh. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh angka Rp17.300, yang mungkin kedengarannya cuma angka buat orang ekonomi, tapi aslinya berpengaruh banget ke isi dompet kita. Sehingga, kalau rupiah melemah, kita butuh uang lebih banyak buat beli barang yang biasanya harganya normal alias harga barang akan naik.

Kenapa ya, bisa gitu? Jadi, Balamuda, banyak banget barang di sekitar kita yang masih impor atau bahan bakunya dari luar negeri. Nah, karena para pengusaha belinya pakai dolar, otomatis biaya produksi dan distribusi mereka jadi bengkak. Biar nggak rugi, biasanya mereka bakal melakukan “penyesuaian”, yaitu naikin harga jual ke berbagai konsumen mereka.

​Nah, buat Balamuda yang punya rencana checkout handphone baru, laptop, atau kamera, mending dipikirin lagi. Soalnya, barang elektronik komponennya hampir semua masih impor. Kalau rupiah terus-terusan melemah, harga tersebut yang tadinya sudah pas di kantong bisa tiba-tiba jadi mahal banget. Nggak cuma elektronik, Balamuda, produk kecantikan atau skincare luar negeri, baju branded, sampai makanan kemasan juga berpotensi naik harga.

​Efeknya nggak cuma ke barang mewah aja, melainkan barang kebutuhan rumah tangga bisa kena imbasnya. Kalau bahan baku industri naik, harga sabun atau makanan instan juga pelan-pelan bisa ikutan merangkak naik. Akhirnya, kita harus makin pinter milih mana barang yang beneran butuh dan mana yang cuma laper mata atau sekadar ikut tren doang.

​Tapi tenang, nggak perlu langsung panik sampai borong barang ya, Balamuda. Kenaikan harga biasanya nggak serentak, tergantung stok lama yang masih ada di toko. Anggap saja kondisi sekarang sebagai pengingat buat kita, biar lebih bijak mengatur keuangan. Sebelum gesek kartu atau klik “bayar,” coba cek lagi barang itu prioritas atau cuma keinginan sesaat. Yuk, Balamuda, lebih cermat belanja di tengah situasi ekonomi yang lagi naik-turun.

(Selgy Deswita Isnaini)

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *