Kenaikan Harga Energi Dorong Mahasiswa Perkuat Strategi Ekonomi

Antrian masyarakat dalam mengisi BBM kendaraan roda dua. sumber. liputan6.com


Pada akhir April, kenaikan harga energi memicu lonjakan biaya transportasi dan kebutuhan pokok. Hal tersebut mengancam stabilitas finansial yang memaksa para keluarga memutar otak lebih keras karena melambungnya tarif listrik dan bahan bakar. Selain itu, beban ekonomi ini dikhawatirkan mengganggu keberlangsungan mahasiswa, jika tidak segera diantisipasi dengan penyesuaian alokasi dana pendidikan yang lebih ketat.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum (IH), semester enam, Syalina Chaerunnisa Putri menuturkan, lonjakan harga energi memicu efek domino yang cepat merambah ke berbagai sektor, mulai dari biaya pendidikan, tarif listrik, hingga harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi tersebut menjadi tantangan berat, bagi mahasiswa perantau yang harus bertahan hidup.

“Kenaikan harga memang sangat terasa menekan kehidupan sehari-hari sebagai perantau. Namun di sisi lain, situasi ini bisa menjadi evaluasi untuk belajar jauh lebih bijak dan disiplin dalam mengelola perencanaan keuangan agar tidak terjebak dalam krisis finansial,” tuturnya.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), semester empat, Aisyah Paramita Zamira Adam menyatakan, pemerintah kurang memiliki kesiapan dalam menghadapi gejolak harga, sehingga menciptakan ketimpangan antara pengeluaran dengan pemasukan.

​”Langkah pemerintah dalam strategi pengelolaan ekonomi, masih memiliki celah yang perlu diperkuat. Sehingga, kebijakan yang diambil tidak sepenuhnya ditanggung oleh rakyat kecil yang kapasitas ekonominya terbatas,” katanya.

(Selgy Deswita Isnaini)

Selgy Deswita Isnaini
Selgy Deswita Isnaini
Articles: 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *