
Perbaikan listrik yang dilakukan PLN pada sejumlah lokasi. sumber. wahananews.co
Gangguan suplai teknis pada 13 gardu induk dan pembangkit listrik, memicu pemadaman massal yang melumpuhkan sebagian wilayah Jakarta. Perusahaan Listrik Negara (PLN), pada Kamis (23/4), bergerak cepat melakukan pemulihan sistem kelistrikan. Setelah insidennya berdampak, PLN berhasil menstabilkan kembali aliran daya, guna memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Tata Negara (HTN), semester enam, Bina Hadianing Sari menyatakan, pemadaman listrik di Jakarta merupakan ketidaksiapan infrastruktur, dalam menghadapi disrupsi energi. PLN beserta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harus segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Gangguan listrik secara kasat mata, memperlihatkan bahwa negara kita belum memiliki kecanggihan teknologi yang memadai. Maka, diperlukan perbaikan signifikan dan peningkatan standar operasional dari pihak pemerintah maupun PLN,” katanya
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Kesejahteraan Sosial (KESSOS), semester empat, Andi Erlangga Putra Bintuni menjelaskan, peristiwa tersebut adalah imbas dari belum maksimalnya pengelolaan sistem kelistrikan. Pemerintah memegang tanggung jawab besar, untuk lebih responsif dalam memitigasi resiko teknis.
“Kejadian tersebut membuktikan sistem listrik di Jakarta masih kurang maksimal, sehingga pemerintah harus lebih sigap dalam mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang dengan cara meningkatkan kualitas listrik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” jelasnya.
(Shakila Najla Azzahra Ramadhani)





