
Dialog kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa digelar. Sumber. menara62.com
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (SEKJEN KEMENDIKDASMEN), Suharti perkuat sinergi dengan media massa, guna memastikan kebijakan pendidikan nasional dipahami secara utuh. Lewat penyediaan akses informasi yang akurat dan transparan, maka membuka ruang aspirasi bagi publik untuk mengkritisi arah kebijakan dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Pendidikan Matematika (PMAT), semester delapan, Prenzha mengungkapkan, kolaborasi antara pemerintah dan media massa membawa dampak positif besar. Sehingga perluasan akses informasi akan memperkuat kalangan mahasiswa, berani dalam menyuarakan pendapat.
“Hal tersebut bukan sekadar penyebaran berita, melainkan pembukaan ruang diskusi tanpa hambatan. Maka akan memungkinkan kami, berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap kebijakan pendidikan yang muncul,” ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (FU), jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), semester enam, Muhammad Maududi menuturkan, kehadiran media massa memberi rasa aman bagi publik dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dirasa kurang tepat. Tetapi, dalam kebebasan berpendapat, pentingnya sikap waspada terhadap potensi dampak negatif.
“Kami berharap media massa mampu menjalankan perannya untuk menyaring kritik konstruktif dan memastikan informasi yang beredar tetap akurat. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi penyalahgunaan informasi yang merugikan salah satu pihak,” tuturnya.
(Jiddan Akrom Ramadhan)





