
Naiknya harga emas membuat investasi lebih meningkat. Sumber. detik.com
Bank-bank besar dunia kompak memprediksi harga emas, akan terus melonjak di sepanjang tahun 2026. Emas kembali menjadi primadona sebagai aset, di pasar internasional karena nilainya yang stabil saat kondisi ekonomi global sedang tidak menentu. Hal tersebut menjadi kabar baik bagi ekonomi negara, sekaligus menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa dan anak muda untuk mulai belajar cara mengelola uang dan investasi jangka panjang..
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester delapan, Bambang Dwisatriyo menuturkan, lonjakan harga emas menunjukkan stabilitas moneter, tapi masih diragukan akibat melemahnya nilai mata uang. Investasi emas menjadi kurang efektif dan lebih berisiko, karena harganya yang tinggi.
“Buat saya, menabung emas saat ini lebih berisiko mengingat harga yang terlalu tinggi dan kondisi pasar yang tidak menentu. Maka opsi menabung emas perlu dipikirkan lagi, agar bisa tetap menjaga nilai mata uang,” tuturnya.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Biologi, semester sembilan Andhari menjelaskan, investasi emas justru tetap relevan dan efektif bagi mahasiswa karena sifatnya yang tahan terhadap inflasi, dibandingkan aset kripto atau saham. Hal tersebut menjadi momentum bagi generasi muda mempelajari perencanaan keuangan dan nilai aset yang stabil.
“Menabung emas masih sangat menguntungkan bagi mahasiswa sebab nilainya yang stabil dan tahan terhadap gejolak pasar. Maka, emas menjadi pilihan investasi yang paling tepat di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,” jelasnya.
(Rifananda Ibrahim Bijaksana)








