
Estetika matcha yang semakin mendunia. Sumber. unsplash.com
Balamuda, sadar nggak sih, kalau sekarang ke mana pun kita pergi, si “hijau” satu ini selalu muncul? Mau ke kafe, supermarket, sampai rak produk skincare, varian matcha seolah jadi menu wajib yang nggak boleh absen. Meski ada yang bilang rasanya kayak rumput, keunikan itulah yang bikin orang makin penasaran.
Kenapa matcha bisa sepopuler itu, Balamuda? Alasan utamanya jelas, karena segudang manfaat kesehatannya. Berasal dari daun teh Camellia sinensis, matcha kaya akan katekin alias antioksidan tinggi yang jago banget lawan radikal bebas, juga bagus buat jaga kesehatan kulit. Maka, nggak heran kalau banyak orang yang mulai peduli gaya hidup sehat tapi tetap eksis.
Buat Balamuda, yang butuh asupan energi tapi nggak mau merasa “deg-degan” kayak habis minum kopi, matcha adalah solusinya. Berbeda dengan kopi, matcha memberi efek energi yang lebih stabil dan tahan lama. Rahasianya ada pada kandungan L-theanine, asam amino yang bisa bikin kita merasa lebih tenang, fokus, dan jauh dari stres.
Selain urusan rasa dan kesehatan, matcha juga “juara” banget kalau urusan visual. Warna hijau cerahnya yang pekat memberi kesan premium, natural, dan estetik banget kalau difoto. Nggak heran kalau para influencer sering banget pamer kreasi matcha. Akhirnya bikin minuman ini naik kasta dari sekadar menu tradisional, jadi simbol gaya hidup kekinian generasi muda.
Besarnya minat pasar, pada akhirnya membuka pintu inovasi bisnis yang gila-gilaan, Balamuda! Matcha nggak cuma berakhir di gelas latte atau es krim, tapi merambah ke makanan unik, kayak risol sampai bebek goreng saus matcha. Bahkan, industri kecantikan pun nggak mau kalah dengan merilis masker dan suplemen berbahan matcha.
(Muhammad Hasbi Mukhtar)





